Minuman yang dingin memang sangat menarik terlebih pada cuaca yang panas. Melihat bulir-bulir air dari es yang mencair tentunya membuat minuman semakin menarik. Tapi kita wajib hati-hati nih, karena es batu yang dibuat secara asal-asalan dengan proses yang tidak higienis akan sangat berbahaya bagi kesehatan. Ga usah jauh-jauh, contohnya adalah saya sendiri yang belum lama jadi korban minuman dingin. Saya pernah sekali mengkonsumsi es cincau hijau di daerah Bogor, dekat dengan rumah. Kala itu kondisi saya sedang sangat kelelahan dan benarlah malam harinya saya mengalami demam tinggi hingga kejang dan sakit otot badan. Yap, saya kena tifus. Cincau merupakan tanaman yang mengandung gelatin alami di daunnya, sehingga bisa mengental dalam bentuk jellly. Cincau juga termasuk jenis makanan yang mudah dan sederhana dalam proses pembuatannya. Hanya tinggal memetik daun cincau, diremas2 dan tambahkan air biasa (tidak panas/ tidak dingin), lalu kemudian diamkan beberapa saat dan jadilah cincau, tinggal tambah es batu biar segerrr. Yang jadi persoalan adalah apabila proses pembuatannya tidak higienis.
1. Apakah daun dan tangan pembuat dicuci dahulu/menggunakan sarung tangan???
2. Apakah menggunakan air matang????
3. Apakah ketika didiamkan diletakkan pada tempat yang minim kontaminasi dari udara luar?????
Jadi disini tersangkanya adalah:
1. Air untuk membuat cincau
2. Tangan penjamah (kemungkinan kotor)
3. Lingkungan tempat membuat (apakah banyak peliharaan unggas?? Karena Salmonella adalah jenis bakteri yang banyak ditemukan pada unggas)
4. Apakah es batunya dari air mentah?? Es balok ikan kah?? -_-!!!
Tifus adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri dari genus Salmonella.
Tifus adalah penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi ( Arief Mansjoer, 2000). Tifus
abdominalis merupakan penyakit infeksi yang terjadi pada usus halus yang
disebabkan oleh Salmonella typhi,
yang ditularkan melalui makanan, mulut atau minuman yang terkontaminasi oleh
kuman Salmonella typhi (Hidayat,
2006). Menurut
Nursalam et al. (2008), demam tipoid
adalah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran pencernaan dengan
gejala demam yang lebih dari 1 minggu, gangguan pada pencernaan dan gangguan
kesadaran.
Selama ini yang terekspos dalam bahaya es batu adalah jenis kontaminasi bakteri e.coli. Padahal jelas tidak hanya itu masih banyak bahaya lainnya yang mengintai. Bayangkan ketika di Jakarta yang pabrik es batunya di dekat kali Ciliwung, memakai air
mentah dari sungai dan dicampur dengan pemutih. Mantap bukan? (
Tayangan investigasi di Trans TV). Bahaya yang ada tidak hanya berasal dari bakteri yang umumnya menimbulkan gangguan pada fungsi pencernaan dengan gejala khas (diare, sakit perut, sembelit, mual, muntah2, demam), namun masih ada bahaya lainnya yaitu kontaminasi logam berat dan bahan kimia (pemutih). Logam berat dan bahan kimia, tidak menimbulkan efek signifikan pada konsentrasi rendah atau sedang, namun sifat khas kontaminan tersebut adalah AKUMULASI, SEDIKIT DEMI SEDIKIT LAMA2 MENJADI SAKIT. Beberapa contoh permasalahan akibat akumulasi logam berat dan bahan kimia adalah gangguan saraf, kanker, kerusakan genetik, dan penyakit degeneratif lainnya yang biasanya banyak terjadi pada orang usia lanjut namun pada masa sekarang banyak terjadi pada orang yang relatif muda.
Oke kembali ke bahasan ES BATU. Es batu balok yang biasa digunakan oleh penjual minuman adalah es batu yang sebenarnya digunakan untuk mengawetkan ikan, sehingga tidak terlalu masalah jika menggunakan air mentah, namun jelas bermasalah jika harus dikonsumsi. Racun di sekitar sangat sulit dihindari mulai dari es batu, pewarna makanan, pengawet makanan, pemanis buatan, penguat rasa, pestisida, dan banyak lainnya. Inilah CARA MEMBEDAKAN ES BATU AIR MENTAH dan AIR MATANG:
PERBEDAAN
|
ES
BATU AIR MENTAH
|
ES
BATU AIR MATANG
|
WARNA
|
PUTIH
Secara ilmiah, air yang bersuhu dingin akan meyebabkan udara
terperangkap di dalam air. sehingga ketika Air tersebut membeku maka akan
tampak Gelembung Udara tadi menjadi berwarna PUTIH SEPERTI SALJU
|
JERNIH
DAN BENING
Hal ini dikarenakan udara sudah lepas ketika Proses pemasakan
Air. ES juga akan terlihat jernih tanpa kotoran karena Sebelum dijadikan ES,
terlebih dahulu air yang sudah dimasak di dinginkan sehingga kotoran dalam
air akan mengendap
|
Jumlah
Gelembung ES
|
Gelembung-gelembung
Udara akan tampak di dalam ES dengan jumlah yang begitu besar |
Walaupun pendinginan Air menjadi ES pada suhu 0 derajat, udara
tidak bisa masuk kedalam pembungkus ES batu sehingga SANGAT SEDIKIT GELEMBUNG
yang terperangkap di dalam ES batu. Ini juga membuktikan bahwa kandungan
udara di dalam air menjadi berkurang
|
Mari sekarang kita jadi konsumen yang cerdas. Public go Health ^_^
Read More:
http://forum.kompas.com/kesehatan/131494-cara-membedakan-es-batu-dari-air-mentah-dan-es-batu-dari-air-matang.html http://www.memobee.com/perhatikan-ini-perbedaan-es-batu-air-mentah-dan-air-matang-5924-eij.html
http://www.infojajan.com/artikel/membedakan-es-batu-dari-air-mentah-dan-air-matang
http://tikars.blogspot.com/2012/07/cara-membedakan-es-batu-dari-air-mentah.html#ixzz20AdlQ6Q6
Wah keren info http://www.infojajan.com/artikel/membedakan-es-batu-dari-air-mentah-dan-air-matang
BalasHapus